Langsung ke konten utama

Photoshop Tutorial – Membuat Ketupat

langkah tutorial yang pertama. Buat dokumen baru berukuran 400×400 px dengan warna latar putih.
Cari image ketupat dan letakkan di atas Layer Background. Image ketupat bisa anda download di sini atau di sini

Ubah Foreground color dengan warna kuning kehijauan. Disini saya menggunakan warna # E7F404 dan background color dengan warna # AFB807.
Perbesar tampilan pada area kerja dengan menekan (Ctrl + “+”). Aktifkan Pen Tool

Bentuk kotak-kotak kecil yang membentuk ketupat secara utuh satu per satu sampai semua kotak-kotak menutupi ketupat secara keseluruhan.

Sekarang kita mempunyai 16 layer yaitu Background, Layer 1 yaitu image ketupat dan 14 Layer Shape. Aktifkan Convert Point Tool.

Aktifkan Shape 1 dengan cara klik Layer Shape 1 pada Palet layer, klik pada garisnya. tarik titik-titik pointer sehingga menyerupai bentuk kotak asli image ketupat yang ada di layer bawahnya.

Hilangkan tanda mata pada palet layer jika kita ingin melihat bentuk kotak pada image ketupat aslinya. Langkah ini dilakukan jika kita tidak yakin apakah titik-titik pointer yang kita tarik sudah menyerupai bentuk image aslinya.

Begitu juga untuk shape 2. Aktifkan layer Shape 2 dengan klik pada layer shape 2 pada palet layer. Dengan Convert Point Tool masih aktif, klik pada garis shape 2 lalu tarik titik-titik pointernya sehingga menyerupai bentuk kotak pada image ketupat asli yg ada di layer 1
Edit semua shape atau kotak-kotak yang telah kita buat satu persatu dengan cara seperti di atas sehingga semua shape menyerupai bentuk ketupat asli yang ada di layer 1. Lakukan dengan senang hati dan sabar ya, ::D butuh ketelatenan memang untuk melakukan langkah ini,
Rasterize semua layer dengan cara klik kanan pada layer lalu pilih rasterize.
Klik pada shape1 sambil menekan tombol Ctrl untuk menyeleksi Shape 1
Aktifkan Gradient Tool. Buat gradasi sesuai dengan gradasi pada image ketupat aslinya.

Begitu juga untuk shape 2 dan seterusnya. Lakukan langkah seperti di atas. Klik ikon mata pada palet layer untuk melihat image aslinya dan klik lagi untuk memunculkan ikon mata jika kita ingin kembali pada shape.

Seleksi Shape 1, aktifkan Brush Tool, ubah warna brush menjadi hijau dan opacity 70%. Untuk ini saya menggunakan warna hijau daun # 629502.

Create New Layer. Buat arsiran seperti gambar berikut atau sesuaikan dengan image ketupat asli yang ada pada layer 1.
Lakukan juga langkah di atas untuk shape 2 dan seterusnya.

Aktifkan kembali Shape 1. Berikan efek Iner Glow dengan cara double klik pada layer shape 1 atau pada toolbar, Layer => Layer style dan berikan pengaturan seperti gambar berikut.
Klik kanan pada Layer Shape 1, Copy Layer Style.
Klik kanan pada layer Shape 2, Paste Layer Style. Lakukan juga pada layer Shape 3 dan seterusnya.
Ubah warna foreground menjadi # 727802. Aktifkan Pen Tool dan buat bentuk seperti berikut.
Geser posisi Layer Lhape15 tersebut sehingga berada di bawah Layer Shape 1. Lalu rasterize layer dengan cara klik kanan, pilih rasterize. Sembunyikan atau delete Layer 1 (image ketupat asli)
Link-kan semua layer kecuali layer background dengan mengaktifkan ikon rantai pada tiap layernya.
Layer => Merge Linked. Sehingga kini kita hanya mempunyai layer background dan Layer Shape 15 saja
Tambahkan sisa bentuk ketupat menggunakan pen Tool. Bentuk ketupat sudah kita dapatkan. Semoga langkah yang panjang ini tidak membuat punggung anda pegal seperti yang saya alami :D

Duplikat layer ketupat ini. Edit => transform => Flip Horizontal. Lalu perkecil ukurannya dan atur sedemikian rupa sehingga menghasilkan komposisi yang lebih menarik. Tambahkan efek filter plastic wrap untuk memberikan kesan artistic.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Mengolah Foto HDR

  Akhirnya saya punya hobi baru kawan. Sebenarnya hobi yang sudah lama terpendam namun belum dikeluarkan karena peralatan yang dimiliki belum memadai. Sekarang sudah agak lumayan walaupun masih menggunakan peralatan entri level, buat belajar dulu. Sekarang seminggu sekali saya muter – muter jeprat jepret sekalian mengeksplor Bali lebih luas. Setelah jepret sana sini dan saya bandingkan dengan foto di forum – forum fotografi hasil foto saya kurang tajam. Di forum – forum tersebut warna yang dihasilkan begitu tajam. Biru bisa nampak begitu biru. Begitu juga warna –warna yang lain. Ternyata oh ternyata ini salah satu rahasianya. Mau? Namanya HDR kawan. High Dynamic Range. Pada prinsipnya, mengolah foto HDR ini yaitu menggunakan beberapa foto yang memiliki exposure yang berbeda – beda kemudian disatukan sehingga memiliki rentang tone yang lebih luas. Efeknya? Warnanya pun tajam.  Sebenarnya untuk membuat foto HDR ini diperlukan 2 hal yaitu bahan dan proses. Bahannya adalah fo...

Nusantara Online, Game Online Pertama Buatan Indonesia

Nah, ini dia game online pertama buatan Indonesia. Namanya Nusantara Online , yang berkisah tentang kerajaan-kerajaan di Indonesia. Setelah melewati masa uji coba selama kurang lebih 4 tahun, akhirnya game ini dapat dimainkan oleh penggila game di tanah air. Sebenarnya game ini sudah siap sejak pertengahan tahun 2009, tapi karena dirasakan masih ada perlunya uji coba akhirnya game ini meluncur 6 bulan kemudian. Gaame Nusantara Online meerupakan game Massively Multiplayer Online Role Playing Game (MMORPG) pertama buatan Indonesia. Dengan menggunakan enggine yang bernama ANother Game Engine Library (ANGEL) yang juga asli buatan putra-putri Tanah Air. Walaupun masih menggunakan engine yang kurang canggih, pihak pengembang yakin game ini akan populer 2-3 tahun kemudian. Bukan hanya engine game yang menentukan, tapi juga alur cerita dari game itu sendiri. Nusantara Online mengangkat cerita budaya Indonesia pada saat masih terdiri atas kerajaan. Tentunya ini adalah hal yang s...

Peluang Membangkitkan Industri Animasi Indonesia

Post Production VS Animation House Industri animasi Indonesia bagai dunia persepakbolaan kita. Banyak yang  gandrung , tapi industrinya mudah terseok-seok. Kalaupun ada yang berkilah animasi Indonesia sebenarnya bagus mungkin yang dimaksud  bukan industrinya , tapi lebih ke  individu  para animatornya. Jika mau jujur, perusahaan yang terkait dengan animasi, yang berkembang di Indonesia adalah post-production,  yang sebagian besar ada di Jakarta. Sudah jamak diketahui di kalangan pekerja seni bidang film, iklan dan animasi,  para animator  handal  kita lebih sering nongkrong di  post-production . Dengan tarif yang lumayan tinggi, wajar jika pada akhirnya  post-production  menjadi tumpuan mencari nafkah. Ironisnya  animation house  tidak tumbuh sesubur  post-production . Beberapa rumah produksi yang lumayan berkembang, baru sebatas memenuhi permintaan produksi dari pihak luar negeri dengan batasan-batasan terten...